Nigerian Energy Support Programme Kunjungi PLTMH Kombongan, Garut

| May 15, 2015 | 0 Comments

slider6JAKARTA – Rabu, 28 Januari 2015, Nigerian Energy Support Programme atau disingkat NESP melakukan kunjungan ke salah satu Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) milik Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan, Energi Baru Terbarukan, dan Konservasi Energi, Kementerian ESDM yang berlokasi di Dusun Kombongan, Desa Pakenjeng, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Acara ini diikuti oleh kurang lebih 28 peserta yang terdiri dari 17 orang warga Nigeria yang berasal dari unsur Pemerintah, Universitas, dan pelaku yang bergerak dibidang pengembangan masyarakat desa dan sisanya berasal dari perwakilan GIZ, IIEE (Indonesian Institute for Energy Economics) serta AHB (Assosiasi Hidro Bandung). GIZ merupakan institusi yang menangani kerjasama dalam bidang energi dengan Nigeria.

Kunjungan ini merupakan kegiatan untuk mengetahui perkembangan PLTMH di Indonesia sehingga nantinya menjadi pembanding dan acuan dalam kelanjutan pembangunan PLTMH di Nigeria. Selain itu, NESP juga sebelumnya telah melakukan kerjasama dengan negara Jerman untuk pembangunan PLTS dan PLMTH. NESP sendiri memiliki 4 Devisi/unit yang terdiri dari (1) Policy Reform and on-grid Renewable Energy, (2) Energy Efficiency, (3) Rural Electrification and Sustainable Energy Access, dan (4) Capacity Development & Training.

Menurut perwakilan dari IIEE (sdri. Inez) menyebutkan bahwa, sebelum melakukan kunjungan ke PLTMH Kombongan, Delegasi dari Nigeria terlebih dahulu melakukan kunjungan ke beberapa tempat yaitu PLTS di Desa Cikandang dan PLTMH on Grid yang berada di Cibata Rua milik Bahtera. Selain itu, peserta juga sudah melakukan kunjungan ke Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, Kementerian Koperasi, dan Kementerian Dalam Negeri pada hari Senin, 26 Januari 2015.

Masih menurut Inez, semua peserta sangat antusias melihat teknologi PLTMH yang berhasil diimplementasikan di Kombongan dan sangat berguna bagi masyarakat. Menurut mereka, banyak daerah di Nigeria yang belum teraliri listrik dengan baik, oleh karena itu mereka berjanji akan segera membangun PLTMH maupun PLTS di negara asal mereka. Banyak pertanyaan yang terlontar dari peserta tentang PLTMH Kombongan, seperti biaya yang dibutuhkan, lama pembangunan, material apa saja yang digunakan, kapasitas pembangkit, jumlah rumah yang teraliri listrik, sistem pengelolaan dan lain sebagainya. Disamping itu wakil dari Pemerintah Nigeria berharap pembangunan PLTMH di negaranya dapat dilaksanakan oleh perusahaan-perusahaan Indonesia yang bergerak dibidang Mikrohidro baik itu mulai dari perencanaan sampai pembangunannya.

Setelah mengunjungi PLTMH Kombongan, rombongan delegasi Nigeria akan kembali ke Jakarta untuk mengadakan internal workshop untuk membahas apa yang sudah didapatkan dari kegiatan lapangan selama di Indonesia.

Category: Event

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *