Gasifikasi Biomassa: Studi Kasus Proyek di Desa Munduk, Buleleng, Bali

| January 27, 2016 | 0 Comments

Undang-undang no. 30 th. 2007 tentang energi mengamanatkan bahwa setiap warga Indonesia berhak memperoleh energi, tak terkecuali untuk daerah terpencil. Kebijakan Energi Nasional (KEN) menargetkan bauran energi primer dari Energi Baru dan Terbarukan (EBT) mencapai 23% pada tahun 2025. Hal ini menunjukkan pentingnya peran Energi Terbarukan (ET) untuk elektrifikasi daerah terpencil. Untuk mencapai bauran energi tersebut, diperlukan usaha-usaha ‘debottlenecking’ faktor-faktor yang menyebabkan lambannya penetrasi ET. Kajian ini dimaksudkan untuk memberikan informasi kepada para pembaca tentang faktor-faktor penting yang menentukan kesuksesan dan keberlanjutan proyek gasifikasi biomassa. Hasil studi menggaris bawahi bahwa: (1) keterlibatan masyarakat dan peran tokoh masyarakat/adat, (2) keterlibatan organisasi lokal, (3) kemudahan dalam mengoperasikan instalasi EBT, dan (4) pemilihan lokasi yang berkaitan dengan ketersediaan feedstock dan keberadan sumber-sumber energi yang lain merupakan faktor-faktor kunci kesuksesan dan keberlanjutan proyek gasifikasi biomassa.

Kata Kunci : Biomassa, Gasifikasi, Elektrifikasi, Munduk

Download PDF File

Tags: , , ,

Category: Research Paper

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *